Nama Kelompok
1. Agnes Afrilarianti
2. Adrian Pratama
3. Zaitun Minazar Alisubain
Hasil Praktikum Nata De Corn
Tujuan Praktikum: Untuk memproduksi nata de corn dari kulit jagung melalui proses fermentasi menggunakan Acetobacter xylinum dan mempelajari tahapan serta hasil dari proses ini.
Bahan dan Alat:
Bahan:
Kulit jagung: 100 gram
Udara: 200 ml
Gula : 80 gram
Asam cuka: 5 ml
Pemula Acetobacter xylinum: 40 ml
Nutrisi ZA (Zwavelzure Amoniak): 1 gram
Alat:
Pencampur
Kain sari
wadah fermentasi
Pengukur pH
pengukur suhu
Karet untuk mengikat tutup wadah
Langkah-langkah Praktikum:
Persiapan Bahan:
1.Timbang kulit jagung sebanyak 100 gram.
Ukuran air sebanyak 200 ml.
Pencucian dan Pemotongan:
2.Cuci kulit jagung hingga bersih.
Potong kulit jagung menjadi kecil-kecil untuk memudahkan proses penghalusan.
3.Penghalusan:
Masukkan kulit jagung yang sudah dipotong dan air ke dalam blender.
Haluskan campuran hingga tekstur lembut.
4. Penyaringan:
Saring hasil blender menggunakan kain untuk memisahkan sari dari ampas.
Pemanasan dan Penambahan Bahan:
5.Hasilkan penyaringan.
Tambahkan gula sebanyak 80 gram dan asam cuka 5 ml.
Aduk rata hingga gula larut.
6.Pengukuran pH:
Periksa pH menggunakan pH meter. Hasil pengukuran menunjukkan pH 4,2.
Penyimpanan Awal:
7.Tuang sari jagung ke dalam wadah steril.
Tutup wadah dengan kertas dan simpan di tempat yang aman.
Proses Fermentasi:
8.Setelah suhu sari jagung turun ke 30°-40°C, buka sedikit kertas penutup.
Tambahkan 40 ml starter Acetobacter xylinum dan 1 gram nutrisi ZA.
Kencangkan penutup wadah menggunakan karet.
9.Fermentasi:
Diamkan wadah selama 10 hingga 14 hari di tempat yang aman agar proses fermentasi berjalan sempurna.
Hasil dan Diskusi: Setelah fermentasi selama 10-14 hari, diharapkan terbentuk nata de corn dengan tekstur kenyal dan permukaan yang halus. Mikroorganisme Acetobacter
xylinum mengubah gula menjadi selulosa nata, yang akan menghasilkan nata
berbentuk lembaran tipis di permukaan cairan fermentasi. Hasil fermentasi yang
berhasil ditandai dengan adanya lapisan nata yang cukup tebal dan tidak berlendir.
Kesimpulan: Praktikum ini berhasil menunjukkan bagaimana proses fermentasi kulit
jagung menggunakan Acetobacter xylinum menghasilkan nata de corn. Tekstur dan kualitas nata yang dihasilkan bergantung pada proses fermentasi, terutama pada suhu dan kondisi lingkungan.