Topic outline

  • Pendahuluan



    Nama: AgusMilus Susetyo, M.Pd

    No Wa: 081615119422

    Alamat Surel : agusmilus@unmuhjember.ac.id


            Assalamualaikum Wr, Wr

            Selamat berbahagia untuk  mahasiswa, calon guru khususnya mahasiswa FKIP dilingkungan UM Jember. Semoga tidak bosan saat ketemu lagi dengan saya. Kali ini saya membina mata kuliah Program Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Sedikit cerita sebelum pada poin utama di mata kuliah ini. Profesi guru dipandang sebagi profesi yang sulit oleh beebrapa orang bahkan banyak artikel, blog, tulisan lepas yang bertebaran di sekiling kita. Guru harus berangkat pagi, pulang menjelang sore bahkan sore belum lagi menjelaskan materi kemudian memberi tugas kepada muridnya. Belum lagi ketemu dengan siswa dengan karakter atau sikap yang "super" yang bikin guru emosi.

                 Namun semua anggapan di atas adalah keliru. Kegiatan mendidik dan mengajar merupakan profesi yang mudah, tidak sulit malah menyenangkan asal guru harus paham prosedurnya. Salah satunya adalah seorang guru yang akan mengajar harus mempersiapkan perangkat pembelajaran yang tidak sedikit dan disusun secara sistematis agar materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh muridnya, ibarat seorang pekerja bangunan yang akan melakukan pekerjaannya dia harus menyiapkan segala perangkat yang dibutuhkan baik itu palu, gergaji, meteran, bor dan lain-lain. Apalagi seorang guru sebagai pendidik yang akan melakukan tugas mulianya tentu tidak sedikit perangkat yang disiapkan, karena setiap tingkatan pendidikan memiliki target Standar Kompetensi (Kompetensi Inti) dan Kompetensi Dasar yang harus dicapai. Untuk mengatur distribusi Standar Kompetensi (Kompetensi Inti) dan Kompetensi dasar dalam 2 semester dibutuhkan kalender pendidikan yang mengatur minggu efektif dan minggu tidak efektif, dalam kalender pendidikan juga diatur tanggal ujian semester, ujian tengah semester dan lain-lain. Guru sebagai pendidik juga harus memiliki RPP Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, dimana di dalam RPP dijelaskan langkah-langkah proses pembelajaran yang akan dilakukan dalam sebuah tatap muka atau pertemuan mulai dari pembukaan sampai dengan penutupan proses belajar-mengajar. Selain itu, ada beberapa jenis perangkat pembelajaran yang harus diperlukan sebelum guru masuk kelas.

                   Keberadaan mata kuliah ini tidak lain adalah untuk membantu kalian (Mahasiswa) agar bisa membuat program pembelajaran dalam bentuk perangkat pembelajaran. Semua  perangkat ini sangat untuk memperlancar proses pembelajaran. Mata kuliah ini didesain secara blended atau hybrid artinya terdapat pertemuan di mata kuliah ini  harus dilakukan secara tatap muka di kelas dan juga ada pertemuan yang menggunakan model daring (online). Hal ini tentunya sesuatu hal yang baru untuk kalian. Untuk lebih jelasnya kalian perhatian penjelasan di bawah ini.




    icon by: https://duniapendidikan.co.id/


     Identitas Mata Kuliah

    Mata Kuliah                : Program Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia

    Kode                           : BIND 016

    Bobot SKS                  : 4

    Semester                    : 5

    Program Studi             : Bahasa, Sastra Indonesia dan Bahasa Daerah

    Fakultas                       : FKIP Bahasa dan Sastra Indonesia

    Dosen                          : Agus Milu Susetyo M.Pd

                           

    Deskripsi Mata Kuliah

              Mata kuliah ini berisi topik bahasan antara lain pengembangan program PBSI mencakup RPE, jadwal pelajaran, prota, promes, silabus dan RPP. Selain itu terdapat juga materi tentang KKM, Remedial dan Pengayaan. Hal yang harus disusun atau dikerjakan oleh mahasiswa dalam mata kuliah ini adalah menyusun semua perangkat pembelajaran layaknya guru yang ada di sekolah. Penguasaan materi dalam mata kuliah ini menggunakan metode diskusi, ceramah dan tanya jawab serta tugas protofolio. Sistem perkuliahan dilakukan dengan tatap muka dikelas dan dikombinasi dengan sistem perkuliahan daring (online) dengan web milik kampus. Penilaian akhir dari mata kuliah ini diambil dari absensi, keaktifan di kelas, tugas dan penampilan saat presentasi materi. Tujuan umum dari mata kuliah ini adalah agar mahasiswa PBSI mampu merancang dan menyembangkan perangkat pembelajaran yang inovatif dan kreatif sesuai dengan perkembangn jaman. Mata kuliah ini merupakan mata kuliah dari kurikulum KKNI (Kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)) yang dipakai prodi Pendidikan bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UM Jember. Perubahan ke KKNI ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas lulusan perguruaan tinggi khususnya calon pendidik terkait kompetensi membuat perangkat pembelaaran.



    Materi Pertemuan 1

    Penjelasan Kontrak Kuliah
    Penjelasan Mata Kuliah 
    Penjelasan tugas pokok dan fungsi profesi guru serta kompetensi yang dibutuhkan saat menjalankan tugasnya
    8 standar pendidikan pada kurikulum 2013
    4 macam kompetensi Guru yang profesional
    Macam-macam bahan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran



    Kompetensi Dasar
    Memahami dan mengidentifikasi tugas pokok dan fungsi profesi guru serta kompetensi yang dibutuhkan saat menjalankan tugasnya

    Indikator
    Mahasiswa mampu memahami 4 macam karakteristik kompetensi profesi guru
    Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan mengumpulkan bahan untuk menyusun perangkat pembelajaran PBSI
    Mampu memahami 8 jenis standar pelaksanaan pendidikan


    Estimasi waktu

    Tatap Muka, 
    4 x 60 menit


    Belajar Mandiri 
    4 x 60 menit


    Tugas
    4 x 60 menit


    Petunjuk untuk mahasiswa pada pertemuan ini

    1. Membaca kontak perkuliahan
    2. Membaca artikel tentang kondisi guru dan kompetensi wajib dari seorang guru.
    3. Mengunduh Modul dan memahami bab pengantar di mata kuliah ini
    4. Mencari, mengunduh dan memahami 8 standar pendidikan K13
    5. Mengidentifikasi bahan yang dibutuhkan untuk membuat perangkat pembelajaran (browsing internet dan membaca buku)


    Hal yang dikerjakan mahasiswa.

    1. Mahasiswa membuat dan mengumpulkan tugas berupa rangkuman ke estudy kampus. 
    2. Mahasiswa mengumpulkan bahan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran.
    3. Mahasiswa memahami 8 jenis standar pelaksanaan pendidikan

  • Penyusunan RPE (Rincian Pekan Efektif)

     

             RPE (Rencana Pekan Efektif) adalah hasil perhitungan hari-hari efektif (mingguan) dalam tahuan pelajaran yang sedang berlangsung berlangsung. Penyusunan RPE (Rencana Pekan Efektif) yang harus dilihat dan diperhatikan adalah kalender akademik yang sedang berlangsung yang menjadi pedoman sekolah dalam menetapkan jumlah minggu/pekan efektifnya  (Syafi'i, 2014).  Pada pertemuan kedua ini kalian akan mempelajari konsep RPE, mengidentifikasi Kaldik, sampai menyusun RPE yang benar.


    KD: Memahami dan menyusun RPE dengan menggunakan kaldik yang terbaru.

    Indikator:

    1. Mampu memahami RPE
    2. Mampu mengindentifikasi  setiap komponen dalam RPE
    3. Mampu menyusun RPE


    Materi Perkuliahan
    Bahan yang diperlukan dalam membuat RPE
    1. Hakikat RPE
    2. Bahan dalam membuat RPE
    3. Cara menghitung RPE
    4. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membuat RPE
    5. Contoh RPE


    Sumber Belajar

    Modul kuliah dan buku referensi lainnya


    Estimasi waktu

    Tatap Muka 
    4 x 60 menit


    Belajar Mandiri 
    4 x 60 menit


    Tugas
    4 x 60 menit


    Deskripsi Luaran

    Mahasiswa bisa memahami konsep RPE dan mampu membuatnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.



    icon by: http://www.gurupantura.com/

  • 3. Penyusunan Jadwal Pelajaran


     


    icon by http://bisnisrumahq.blogspot.com/


             Kata jadwal menurut KBBI adalah pembagian waktu berdasarkan rencana penganturan urutan kerja. Bisa dikatakan bahwa jadwal pelajaran adalah pembagian waktu pelajaran berdasarkan hari efektif belajar siswa yang disusun oleh wakil kepala sekolah berdasarkan rencana yang telah dibuat. Pembuatan jadwal ini umumnya dilakukan dengan mengadakan rapat dewan guru terlebih dahulu yang dilakukan di awal tahun pelajaran. Hal ini karena membuat jadwal pelajaran adalah salah satu tugas berat yang dilakukan oleh pihak sekolah. Tugas ini merupakan salah satu kegiatan rutin yang harus dilakukan untuk setiap semesternya. Bahkan dalam kondisi tertentu perubahan jadwla bisa dilakukan beberapa kali dalam satu semester. Pembuatan jadwal pelajaran memerlukan ketelitian, ketelatenan dan banyak menyita waktu. Jumlah kelas pararel yang cukup banyak terasa semakin berat dalam penyusunan jadwal pelajaran. Ditambah lagi dengan keinginan guru untuk meminta hari tertentu, waktu jam belajar, perlakuan khusus untuk beberapa pelajaran (misalnya Olah Raga, TIK) dsb tentunya dapat menambah rumit dan menyita banyak pikiran  (Saifullah, 2004: 10).


    KD : Memahami hakikat jadwal pelajaran dan membuatnya dengan menggunakan aplikasi.


    Indikator:

    Mampu memahami hakikat jadwal pelajaran

    Mampu menentukan cara yang tepat dalam menyusun jadwal pelajaran

    Mampu membuat jadwal pelajaran sesuai dengan tingkat satuan pendidikan


    Estimasi waktu

    TM

    4 x 60 menit

    BM

    4 x 60 menit

    TS

    4 x 60 menit



    Sumber Belajar: Modul Mata Kuliah

    Luaran yang diharapkan: Mahasiswa bisa memahami konsep JADWAL PELAJARAN dan mampu membuatnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

  • 4. Penyusunan Prota (Program Tahunan)

    Hasil gambar untuk prota            

    icon by: https://www.sekolahdasar.net/


            Program tahunan adalah rencana penetapan alokasi waktu satu tahun untuk mencapai tujuan (SK dan KD) yang telah ditetapkan. Penetapan alokasi waktu diperlukan agar seluruh kompetensi dasar yang ada dalam kurikulum seluruhnya dapat dicapai oleh siswa. Penentuan alokasi waktu ditentukan pada jumlah jam pelajaran sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku serta keluasan materi yang harus dikuasai oleh siswa. Program Tahunan merupakan program umum setiap mata pelajaran untuk setiap kelas, berisi tentang garis-garis besar yang hendak dicapai dalam satu tahun dan dikembangkan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan program ini perlu dipersiapkan dan dikembangkan oleh guru sebelum tahun pelajaran dimulai , karena merupakan pedoman bagi pengembangan program-progran berikutnya, yakni program semester, mingguan dan harian serta pembuatan silabus dan sistem penilaian komponen-komponen program tahunan meliputi identifikasi (satuan pendidikan, mata pelajaran, tahun pelajaran) standart kompetensi, kompetensi dasar, alokasi waktu dan keterangan.

    KD: Memahami dan menyusun Prota yang benar sesuai dengan kurikulum k13.

    Indikator:

    1. Mampu menguasai konsep Program Tahunan (Prota)
    2. Mampu mengidentifiksi fungsi setiap Program Tahunan (Prota)
    3. Mampu membuat Program Tahunan (Prota)


    Materi Perkuliahan

    1. Hakikat Prota
    2. Fungsi Prota
    3. Langkah-langkah penyusunan prota
    4. Contoh prota

    Estimasi waktu

      2 x 70 Menit (tugas, kuliah dan belajar mandiri)

      Sumber Belajar: Modul Kuliah

      Luaran yang diharapkan: Mahasiswa bisa memahami konsep PROTA (PROGRAM TAHUNAN) dan mampu membuatnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.



    1. 5. Penyusunan Promes (Program Semester)

             Hasil gambar untuk program semester

      icon by: https://zuhriindonesia.blogspot.com/


          Program semester adalah salah satu perangkat pembelajaran guru sebelum masuk ke dalam kelas. Program ini berisikan kompetensi atau materi yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam satu semester. Program ini merupakan penjabaran dari program tahunan  (Sanjaya, 2008: 43). Oleh karena itu bisa dikatakan bahwa perangkat ini bisa disusun jika sudah menyusun prota. Kalau program tahunan disusun untuk menentukan jumlah jam yang diperlukan untuk mencapai kompetensi dasar, maka dalam program semester diarahkan untuk menjawab minggu keberapa atau kapan pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar itu dilakukan. Secara umum komponen yang terdapat dalam program ini yaitu: identifikasi (satuan pendidikan, mata pelajaran, semester, tahun pelajaran), bulan, standar kompetensi dan materi pokok yang hendak disampaikan, waktu yang direncanakan dan keterangan-keterangan. Program semester adalah program yang berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut. Program semester merupakan penjabaran dari program tahunan. Isi dari program semester adalah tentang bulan, pokok bahasan yang hendak disampaikan, waktu yang direncanakan, dan keterangan-keterangan


      KD: Memahami dan menyusun Promes yang benar sesuai dengan kurikulum k13


      Indikator:

      1. Mampu menguasai konsep Promes (program semester)
      2. Mampu mengidentifiksi fungsi setiap Promes (program semester)
      3. Mampu membuat Promes (program semester)


      Materi Perkuliahan:

      1. Hakikat Promes (program semester)
      2. Fungsi Promes (program semester)
      3. Langkah-langkah penyusunan Promes (program semester)
      4. Contoh Promes (program semester)


      Estimasi waktu:

          2 x 70 Menit

      1. TM : Tatap muka 2 x 70 Menit
      2. BM : Belajar Mandiri 2 x 70 Menit
      3. TS : Tugas Terstruktur 2 x 70 Menit


      Sumber Belajar: Modul Kuliah


      Deskripsi Luaran

      Mahasiswa bisa memahami konsep PROMES (PROGRAM SEMESTER) dan mampu membuatnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku

    2. 6-7. Penyusunan Silabus


      icon by: https://www.amongguru.com/




            Pembelajaran dapat berjalan dengan baik akibat dari perencanaan yang matang. Rencana pembelajaran harus dirancang dengan tepat sesuai dengan ketentuan agar menghasilkan output yang sesuai harapan dari seorang guru. Rancangan ini dapat dikatakan sebagai arah atau patokan dari proses pembelajaan pada setiap mata pelajaran. Rancangan tersebut juga berisi rencana bahan ajar mata pelajaran tertentu pada jenjang dan kelas tertentu. Rancangan pembelajaran inilah yang disebut sebagai silabus.

            Silabus adalah merupakan rencana pembelajaran pada suatu mata pelajaran yang mencakup Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar,materi Kompetensi Dasar,materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. (Permen No 59 tahun 2014 ttg K13). Guru memiliki kewenangan mutlak dalam mengembangkan silabus termasuk pengembangan format silabus, dan penambahan komponen-komponen lain dalam silabus di luar komponen minimal.


      KD: Memahami dan menyusun Silabus yang benar sesuai dengan kurikulum k13.


      Indikator:

      Mampu menguasai konsep silabus

      Mampu mengidentifiksi fungsi setiap silabus semester)

      Mampu membuat silabus


      Materi Kuliah:

      Hakikat Promes silabus

      Fungsi silabus

      Langkah-langkah penyusunan silabus semester)

      Contoh silabus


      Sumber Belajar: Modul Kuliah


      Deskripsi Luaran: Mahasiswa bisa memahami konsep Silabus dan mampu membuatnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


    3. 8-11. Penyusunan RPP


      icon by: http://metodepembelajaran10.blogspot.com/



            Guru yang baik adalah guru yang telah merencenakan terlebih dahulu pembelajarannya sebelum masuk ke kelas. Adanya perencanaan yang matang akan memudahkan tugas guru di kelas karena telah memiliki patokan dan arah jalannya proses pembelajaran. guru tidak akan menemukan kebuntuan di tengah proses pembelajaran karena tinggal menjalankan rencananya dari awal pertemuan sampai menutup pelajaran. Salah satu perangkat pembelajaran dan yang paling urgen sebelum guru masuk kelas adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

            Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur, dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan. Dalam standar isi yang telah dijabarkan dalam silabus. Ruang lingkup rencana pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1(satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. Menurut Permendikbu 22 tahun 2016 RPP adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu kali pertemuan atau lebih yang dikembangkan dari silabus untuk mencapai kompetensi dasar



      KD: Memahami dan menyusun RPP yang benar sesuai dengan kurikulum k13.


      Indikator:

      Mampu memahami konsep Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

      Mampu mengidentifikasi komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

      Mampu menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

      Mampu  menyusun soal tipe Hots untuk penilaian setiap RPP


      Materi Kuliah:

      Pertemuan 1

      KI, KD, Indikator, dan tujuan Pembelajaran


      Pertemuan 2

      Materi pembelajaran, metode, dan pendekatan pembelajaran


      Pertemuan 3

      kegiatan pembelajaran


      pertemuan 4

      evaluasi pembelajaran



      Sumber Belajar: Modul mata kuliah


      Deskripsi Luaran: Mahasiswa bisa memahami konsep Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan mampu membuatnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    4. 12. Penyusunan Program Remedial


      icon by: https://www.maigi.sch.id/format-pembelajaran-remedial-dan-pengayaan-k13/


                 Guru sudah pasti akan menjumpai karakter siswa yang berbeda satu dengan yang lain. Banyak perbedaan fisik, tingkah laku, kepribadian dan berbedaaan kemampuan menyerap pelajaran. Ada siswa yang lama menguasai materi pelajaran ada yang cepat. Hal ini bisa diketahui dengan pasti saat guru memperoleh hasil evaluasi. Evaluasi dalam hal ini adalah keputusan akhir yang diperoleh dari serangkaian proses pengukuran dan penilaian hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan. Oleh sebab itu, kemampuan melakukan evaluasi pembelajaran  merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap guru. Berdasarka hasil evaluasi inilah guru bisa mengetahui siswa mana yang telah dan belum mencapai kompetensi atau kemampuan yang diharapkan.

                  Prihatin sekali ketika guru mendapati siswanya belum mencapai kompetensi tertentu. Dengan kenyataan seperti ini guru hendaknya memberikan bantuan kepada siswa yang belum mencapai penguasaan belajar yang diharapkan.  Bantuan yang dimaksud ini dikenal dengan remedial. Hal ini diperkuatn dengan penjelasan yang termaktub dalam (Depdiknas, 2003: 6).  “Pembelajaran remedial merupakan salah satu metode pembelajaran dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa terutama bagi siswa yang belum berhasil dalam hal pencapaian kompetensi.”

                 Kegiatan Remedial adalah kegiatan yang dilaksanakan untuk memperbaiki keterampilan yang kurang baik dalam suatu bidang tertentu. Tujuan adanya remedial adalah demi kelangsungan dan kebermaknaan pembelajaran. Terdapat enam fungsi secara teoritis dari program remedial: Korektif, Pehaman, Penyesuaian, Pengayaan, Akselerasi dan Teraupik.


      KD: Memahami dan menyusun rencana remedial


      Indikator:

      Mampu memahami konsep dan fungsi remedial

      Mampu mengidentifikasi masalah dan menentukan bentuk remedialnya

      Mampu menyusun rencana bentuk remedial sesuai dengan masalah yang dihadapi


      Materi Kuliah:

      Konsep remedial

      Prinsip pembelajaran remedial

      Fungsi dan waktu yang tepat untuk pembelajaran remedial

      Langkah-langkah pembelajaran remedial


      Sumber Belajar: Modul Mata kuliah



      Deskripsi Luaran: Mahasiswa bisa memahami konsep Perangkat Remedial dan mampu membuatnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    5. 13 Penyusunan Program Pengayaan


      icon by: https://ntb.kemenag.go.id/baca/1477437814


               Proses evaluasi yang dilakukan guru akan menghasikan dua jawaban. (a)  Menemukan siswa yang belum mencapai KKM yang telah ditentukan. (b) Juga menemukan siswa yang telah mencapai KKM. Jika guru terlalu intens memperhatikan siswa mengalami kesulitan (belum tuntas KKM), siswa yang pandai (tuntas KKM) akan terabaikan di kelas. Akibat dari kejadian ini adalah siswa yang pintar tadi akan terhambat pencapaian prestasinya yang optimal (maksimal) atau mungkin malah  mereka mengganggu siswa lain. Oleh karen itu, guru harus merancang kegiatan belajar bagi siswa yang termasuk kelompok pandai (cepat) agar prestasi atau kemampuan mereka berkembang optimal (maksimal). Rencakan kegiatan dalam hal ini disebut kegiatan pengayaan.

               Kegiatan pengayaan  adalah kegiatan dengan tujuan pembelajaran untuk siswa atau kelompok siswa dengan kategori cepat (pintar) dengan tujuan untuk mengoptimalkan kemampuan belajarnya. Kegiatan ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan sisa waktu yang dimililki. Pengayaan diberikan guru untuk memperdalam penguasaan materi pelajaran yang berkaitan dengan tugas belajar yang sedang dilaksanakan sehingga tercapai tingkat perkembangan yang optimal  (Suke, 1991: 107). Dengan kata lain kegiatan pengayaan membahas materi yang sama dengan siswa yang biasa namun lebih mendalam. Kegiatan ini berakhir apabila semua siswa (siswa cepat dan juga lambat) telah menguasai kompetensi yang telah tentukan dengan baik. Tujuan pengayaan adalah untuk memberikan kesepatan kepada kelompok siswa yang cepat (pandai) untuk  memperdalam materi pembelajaran yang kaitannya dengan tugas belajar sehingga mencapai kemampuan dan keterampilan yang maksimal. Selain itu dengan kegiatan pengayaan siswa yang tergolong cepat ini tidak dirugikan karena harus menunggu kelompok siswa yang lainnya (golongan lambat) untuk menyelesaikan tugas belajarnya.


      KD:Memahami dan menyusun rencana pengayaan


      Indikator:

      Mampu memahami konsep dan fungsi pengayaan

      Mampu mengidentifikasi masalah dan menentukan bentuk pengayaannya

      Mampu menyusun rencana bentuk pengayaan sesuai dengan keadaan siswa


      Materi Kuliah:

      Mampu memahami konsep dan fungsi pengayaan

      Mampu mengidentifikasi masalah dan menentukan bentuk pengayaannya

      Mampu menyusun rencana bentuk pengayaan sesuai dengan keadaan siswa


      Sumber Belajar:

      Modul mata kuliah


      Luaran yang diharapkan: Mahasiswa bisa memahami konsep Perangkat Pengayaan dan mampu membuatnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.




    6. Penyusunan Alat Evaluasi (uts)


      icon by: https://www.romadecade.org/pengertian-evaluasi/#!


      KD: Membuat soal untuk ulangan harian sesuai dengan KD yang telah disusun dan perangkat pembelajaran berupa silabus yang dibuat.


      Indikator:

      Mampu membuat kisi-kisi soal dengan level hots dengan benar

      Mampu membuat kartu soal yang sesuai dengan kisi-kisi soal hots

      Mampu mengembangkan kartu soal dengan level hots  menjadi lembar soal lengkap beserta lembar jawaban dan kunci jawaban


      Materi Kuliah:

      Mampu membuat kisi-kisi soal dengan level hots dengan benar

      Mampu membuat kartu soal yang sesuai dengan kisi-kisi soal hots

      Mampu mengembangkan kartu soal dengan level hots  menjadi lembar soal lengkap beserta lembar jawaban dan kunci jawaban


      Sumber Belajar

      Buku Evaluasi Pembelajaran

      Modul Kuliah

      referensi lainnya

      Internet


      Deskripsi Luaran: Mahasiswa bisa membuat soal ulangan sumatif dengan benar





    7. UAS


      icon  by: https://akademik.unisayogya.ac.id/


             Tentunya setiap mahasiswa tidak akan sabar untuk segera menyelesaikan tugas akhir di tiap mata kuliahnya, termasuk juga mata kuliah ini. Ini adalah sesi terakhir di mata kuliah ini. Dalam sesi ini kalian akan melaksanakan UAS (Ujian Akhir Semester). UAS ini akan terlaksanan dengn mudah jika kalian telah memiliki kumpulan dari tugas-tugas di pertemuan sebelum-sebelumnya. Apakah UAS yang dimaksud, silahkan lihat di bagian bawah, baca baik-baik dan pahami petujunjuk dari dosenmu! Selamat UAS GESSSSSSSSSSSSSSS