Forum Diskusi 5: Pemahaman Manajemen Resiko

Jenis-jenis Manajemen Resiko

Jenis-jenis Manajemen Resiko

by WENTRIANI WENTRIANI -
Number of replies: 1

Jenis-Jenis Manajemen Risiko

  1. Manajemen Risiko Operasional

Manajemen ini terkait dengan risiko yang timbul dari kegagalan fungsi proses internal, misalnya karena kesalahan manusia, kegagalan sistem, faktor eksternal seperti bencana, dll. Dalam manajemen risiko operasional, ada empat faktor risiko termasuk manusia, proses, sistem, dan eksternal. Dengan memahami manajemen risiko ini, perusahaan dapat mengambil langkah pencegahan atau bahkan sanksi sehingga kapasitas produksi dan layanan tetap terjaga seperti hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

  1. Manajemen Hazard

Manajemen hazard  terkait dengan kondisi potensial yang mengakibatkan kebangkrutan dan kerusakan. Ketika kita membahas bahaya, tentu saja kita juga membahas perilaku. Risiko perilaku adalah peristiwa yang dapat menyebabkan kerugian bisnis. Dalam hal ini ada tiga jenis bahaya yang harus diketahui, termasuk bahaya hukum, bahaya fisik dan bahaya moral. Contoh bahaya hukum seperti pelanggaran atau pengabaian peraturan bisnis yang dapat menyebabkan kebangkrutan, seperti pelanggaran SOP atau peraturan perusahaan yang pada akhirnya memiliki konsekuensi fatal. Sementara bahaya fisik dapat berupa mesin yang sudah tua dan berisiko kehilangan selama produksi.

Seperti kecelakaan karyawan karena mesin dan sebagainya. Untuk moral hazard, misalnya, sikap karyawan di lingkungan kerja menimbulkan kerugian. Sebagai contoh, karyawan tidak jujur ​​dan sering korupsi uang. Atau karyawan yang tidak melayani konsumen dengan baik sehingga berdampak buruk bagi perusahaan.

  1. Manajemen Resiko Finansial

Manajemen risiko keuangan adalah upaya untuk memantau risiko dan melindungi hak properti, laba, aset, dan aset entitas bisnis. Dalam praktiknya, proses manajemen risiko ini mencakup mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan risiko jika terbukti mengancam keberlanjutan organisasi.

Manajemen ini sangat penting karena ini adalah salah satu sumber daya perusahaan. Karena itu seorang akuntan harus benar-benar mempertimbangkan berbagai risiko lain yang berkaitan dengan keuangan, seperti:

  • Risiko likuiditas
  • Kontinuitas pasar
  • Resiko kredit
  • Risiko regulasi
  • Risiko pajak
  • risiko akuntansi

Manajemen ini juga tidak terlepas dari perubahan nilai tukar mata uang yang terkait erat dengan perubahan inflasi, neraca perdagangan, kapasitas utang, tingkat bunga, dan sebagainya.

  1. Manajemen Risiko Strategis

Manajemen ini terkait dengan pengambilan keputusan. Risiko yang biasanya muncul adalah kondisi tak terduga yang mengurangi kemampuan pelaku bisnis untuk menjalankan strategi yang direncanakan.

Dalam hal ini beberapa faktor seperti risiko operasi, risiko penurunan nilai aset, risiko kompetitif atau bahkan risiko frenchise (jika ada).

Seperti yang tertulis dalam definisi manajemen risiko perusahaan di atas, untuk mengetahui risiko yang paling mungkin terjadi dan merugikan perusahaan adalah dengan menulis item-item penting, Anda dapat membuat daftar berikut:

  • Daftarkan risiko
  • Penilaian risiko sesuai dengan tren dan juga pengaruhnya
  • Penilaian kondisi saat ini
  • Rencana tindakan jika risiko terburuk benar-benar muncul

 

In reply to WENTRIANI WENTRIANI

Re: Jenis-jenis Manajemen Resiko

by Eka Yunita -
Eka Yunita
PM050402
Institut Pertanian Bogor (IPB)

Jenis-jenis manajemen risiko adalah sebagai berikut:
- Manajemen Risiko Operasional, manajemen risiko yang disasarkan pada terjadinya permasalahan-permasalahan usaha yang muncul akibat faktor internal. Seperti kinerja pegawai yang rendah, sumber daya yang kurang berkualitas, terjadinya bencana, modal tidak sehat dan selainnya. Pada umumnya cakupan sasaran untuk manajemen risiko jenis ini adalah faktor manusia, sistem, proses serta permasalahan eksternal tetapi yang tidak terkait dengan pelanggan melainkan muncul dengan sendirinya seperti musibah. Ini yang menjadi bidang penyelesaian untuk manajemen risiko operasional.

2. Manajemen Hazard, jenis manajemen risiko yang fokusnya pada masalah yang potensial membuat perusahaan gulung tikar. Biasanya problem usaha yang dideteksi adalah masalah-masalah yang besar dan berbahaya. Ada tiga unsur yang diprioritaskan di dalam manajemen jenis ini. Yaitu masalah hukum, bahaya fisik serta penurunan moral. Ketiga hal inilah yang harus diantisipasi jika kemungkinan muncul bahaya potensial di sana.

3. Manajemen Resiko Strategis, Manajemen ini berkaitan dengan pengambilan keputusan. Resiko yang biasanya muncul adalah kondisi tak terduga yang mengurangi kemampuan pelaku bisnis untuk menjalankan strategi yang direncanakan. Dalam hal ini beberapa faktor seperti resiko operasi, resiko asset impairment, resiko kompetitif atau bahkan resiko frenchise (bila ada). Dalam majemen ini ada beberapa hal yang dapat anda lalukan di majaemen risiko strategis ini. Kita bisa membuat beberapa daftar berikut ini:
Daftar resiko
Penilaian resiko tersebut sesuai dengan kecenderungannya dan juga dampaknya
Penilaian pada kondisi saat ini yang sedang terjadi
Rencana tindakan bila resiko terburuk benar-benar muncul

4. Manajemen Risiko Finansial, Sesuai dengan namanya tentu sudah dipahami kalau manajemen risiko finansial adalah manajemen yang fokusnya pada keuangan perusahaan. Deteksinya diarahkan bagaimana sebisa mungkin agar perusahaan tidak kolaps hanya karena dana, modal, laba dan selainnya. Dengan adanya manajemen ini, tentu pihak perusahaan akan memberikan perlindungan terhadap segala aset perusahaan. Tujuannya tidak lain supaya keuangan tetap sehat sehingga bisa dikontribusikan untuk perkembangan usaha ke depan.