Bahan Kajian Topik 1: Society 5.0 dan Revolusi Industri 4.0

Manusia tidak dapat lepas dari teknologi. Dalam konsep kebudayaan, teknologi bahkan masuk di dalam salah satu bagian dari tujuh unsur kebudayaan: (1) bahasa, (2) sistem pengetahuan, ( 3) organisasi sosial, (4) sistem peralatan hidup dan teknologi, (5) sistem mata pencaharian hidup, (  6) sistem religi, dan (7) kesenian. Menurut Paul W Devore, teknologi adalah ilmu terapan yang telah dikembangkan lebih lanjut dan memiliki perangkat keras dan perangkat lunak yang merupakan manifestasi kekuasaan terhadap alam, manusia dan kebudayaannya. Teknologi pada hakekatnya meliputi paling sedikit tujuh unsur  yaitu : alat-alat produktif; senjata; wadah; makanan dan minuman; pakaian dan perhiasan; tempat berlindung dan perumahan; serta alat-alat transportasi

Sebagai bagian dari kebudayaan, teknologi berfungsi untuk memudahkan manusia dalam melakukan kegiatan dan melindungi diri. Teknologi pakaian misalnya, berfungsi sebagai alat untuk  melindungi diri manusia dari kedinginan. Selain itu, teknologi merupakan salah satu upaya mempermudah manusia dalam memenuhi kebutuhan dan kepuasannya.

Pada mulanya, manusia tidak berbeda dengan hewan yang hanya menggunakan tubuhnya sebagai satu-satunya strategi untuk bertahan hidup. Namun, dengan bekal bahasa dan pengetahuan yang semakin berkembang, manusia mampu memanfaatkan alat-alat untuk memudahkan hidup mereka. Mula-mula mereka menggunakan alat yang sudah tersedia di alam, batu, tulang, dan kayu. Seiring waktu, mereka mampu mengolah logam dan merakit alat sederhana. Lambat laun, alat yang dirakit makin rumit, sehingga mengakibatkan perubahan yang radikal dalam kehidupan manusia. Mesin-mesin bermunculan yang membawa kita memasuki era baru dalam 500 tahun terakhir. Memasuki abad ke-21, kita memasuki Revolusi Industri 4.0.  dan Masyarakat 5.0. Tahukah kalian apa itu Revolusi Industri 4.0 dan Masyarakat 5.0? Simak penjelasan di bawah ini.

Sebagai penejlasan lanjutan, simak uraian di bawah tentang Society 5.0 yang diunggah secara resmi pada laman http://japan.go.id



Perkembangan teknologi yang begitu pesat berdampak pada ketertinggalan masyarakat apabila mereka tidak mampu beradaptasi. Ini berdampak pada munculnya era disrupsi. Disrupsi adalah sebuah inovasi yang akan menggantikan seluruh sistem lama dengan cara-cara baru. Disrupsi berpotensi menggantikan pemain-pemain lama dengan yang baru. Disrupsi menggantikan teknologi lama yang serbafisik dengan teknologi digital yang menghasilkan sesuatu yang benar-benar baru dan lebih efisien, juga lebih bermanfaat (Izzudin, 2019).

Oleh karena itu, pengembangan keterampilan masyarakat perlu mengalami penyesuaian dengan perubahan zaman. Beberapa pakar menyebut kemampuan ini sebagai keterampilan abad 21. Charles Fadel (2008) dalam ulasan berjudul 21st Century Skill: How can you prepare students for the new Global Economy?  melihat beberapa framework dalam melihat keterampilan abad ke 21. Uraiannya ada dalam infografik di bawah.
keterampilan abad 21
Oleh karena itu, bersiap-siaplah beradaptasi dan memasuki zaman baru ini. Jangan sampai kita menjadi masyarakat yang tergerus teknologi. Jadilah masyarakat yang menguasai teknologi untuk menguatkan nilai-nilai kemanusiaan.
Last modified: Saturday, 21 August 2021, 4:43 PM