JARINGAN OTOT

A. Definisi

Jaringan otot merupakan  jaringan khusus pada hewan yang berfungsi melakukan kontraksi, sehingga memberikan kekuatan seluruh bagian tubuh. Jaringan otot terdiri dari sel otot (serat otot) yang saling terhubung dalam lembaran dan serat. Bersama lembaran dan serat ini dan dikenal sebagai otot, dan mengontrol pergerakan suatu organisme serta berbagai fungsi kontraktil lainnya. Sel  otot  mampu berkontraksi  karena  mengandung  protein  kontraktil  yang  di  sebut  miofibril. Miofibril  terbuat  dari protein  kontraktil  aktin  dan  miosin.  Serabut  otot  tersusun  menjadi  berkas paralel  yang  kemudian  membentuk  otot. Disebut protein kontraktil, artinya mereka dapat memendek dan menghasilkan gaya tarik. Ketika melekat di antara dua benda bergerak, seperti dua tulang, kontraksi otot menyebabkan tulang bergerak. Beberapa gerakan otot bersifat volunter, yang berarti melakuakn kontraksi/ pergerakan di bawah kendali sadar. Misalnya, seseorang memutuskan untuk membaca buku, membuka pintu dan sebagainyaGerakan otot yang bersifat involunter, artinya mereka tidak di bawah kendali sadar, seperti kontraksi pupil di  cahaya terang.

Peranan otot  dapat menggerakkan organ di luar tubuh maupun di dalam tubuh. Misalnya di dalam tubuh jantung untuk mempompa darah dan ginjal. Sedangkan di luar tubuh pergerakan tangan, kelopak mata, kaki, dan lainnya.

B. Fungsi Jaringan Otot

Dengan kemampuan otot dalam berkontraksi, ia mengemban 3 fungsi utama yaitu melaksanakan gerakan, memelihara postur dan memproduksi panas.

  1. Melakukan gerakan. Gerakan yang di hasilkan oleh otot pada dasarnya ada 2, yaitu gerakan tubuh yang mudah di amati dan gerakan tubuh yang tidak mudah di amati. Gerakan tubuh yang mudah di amati meliputi gerak perpindahan tempat (misalnya berjalan, berlari) dan gerakan bagian tubuh tertentu (misalnya menggelengkan kepala, melambaikan tangan), sedangkan gerakan yang tidak mudah diamati adalah gerakan organ-organ dalam tubuh, misalnya gerak peristaltic alat-alat pencernaan, denyut jantung, mengembang dan menyempitnya pembuluh darah, gerakan pengosongan kantung kencing.
  2. Memelihara postur tubuh. menjaga postur tubuh, kontraksi dan relaksasi otot-otot rangka menjaga tubuh dalam posisi tetap tegak pada saat berdiri maupun duduk.
  3. Menghasilkan panas. kontraksi otot dapat menghasilkan panas untuk memelihara suhu tubuh, contoh pada saat kedinginan, otot menggigil untuk menghasilkan panas (Soewolo, 2003).
C. Karakteristik Jaringan Otot

Jaringan otot polos memiliki beberapa ciri spesifik yang membedakannya dengan jaringan otot lain. Ciri ciri jaringan otot polos tersebut yaitu:

  1. Sel pada jaringan berbentuk gelendong dan melancip di kedua ujungnya.
  2. Memiliki sebuah nukleus di bagian tengah selnya.
  3. Serabut halus yang melintang pada jaringan tidak terlihat.
  4. Bekerja secara tidak sadar sehingga termasuk jenis otot involunter.
  5. Bereaksi lambat, namun bekerja tanpa lelah dalam waktu yang lama.
D. Struktur Sel Otot

Otot dalam tubuh terhimpun dalam sutau sistem: Sistem Pergerakan. Otot sebagian terbesar menyelaputi rangka dan tersusun teratur di bawah kulit. Jika diamati otot pangkal lengan atas orang, tampaklah bahwa otot itu tersusun atas beberapa gumpalan. Gumpalan itu bekerja antagonis (timbal-balik): jika satu gumpalan mengerut, gumpalan lain mengendur. Gumpalan terdiri dari beberapa berkas otot, yang disebut fasciculus. Tiap berkas dibina atas banyak serat otot. Satu serat otot adalah 1 sel otot, yang bentuknya kecil panjang seperti serat tumbuhan (Yatim, 1990). 

Berikut adalah struktur dari sel otot

Sarcolemma (membrane sel/serat otot)  merupakan unit structural jaringan otot yang berdiameter 0,01 – 0,1 mm dengan panjang 1-40 mm yang melapisi suatu sel otot yang fungsinya sebagai pelindung otot. Setiap 1 serat otot dilapisi oleh lapisan elastik tipis yang disebut sarcolemma. 

Protoplasma serat otot yang berisi materi semi cair disebut sarkoplasmaSarkoplasma, merupakan cairan sel otot yang fungsinya untuk tempat dimana myofibril dan miofilamen berada.Di dalam matriks serat otot terbenam unit fungsional otot berdiameter 0,001 mm yang disebut miofibril. Miofibril, merupakan serat-serat yang terdapat dalam otot. Di bawah mikroskop, miofibril akan tampak seperti pita gelap & terang yang bersilangan. Pita gelap (thick filament) dibentuk oleh myosin. Pita terang (thin filament) dibentuk oleh aktin, troponin & tropomiosin)

.

Gambar 1. Struktur Sel otot (Serat Otot)



Gambar 2. Struktur Miofibril

Miofilamen, merupakan benang-benang/filament halus yang merasal dari myofibril. Terbagi atas dua macam yaitu miofilamen homogen (terdapat pada otot polos) dan miofilamen heterogen (terdapat pada otot jantung/otot kardiak dan pada otot lurik.

E. Klasifikasi Jaringan otot
Jaringan otot diklasifikasikan menjadi tiga jenis sesuai dengan struktur dan fungsi yaitu 1. Otot polos, 2. Otot Rangka/Lurik, dan 3 Otot Jantung. 
1. Otot Polos

Jaringan otot polos merupakan otot yang terletak di organ dalam tubuh manusia seperti pada sistem pencernaan, kantung kemih, dan reproduksi serta saluran udara dan pembuluh darah. Otot polos dapat disebut juga sebagai otot tak sadar karena cara bekerjanya di luar kesadaran manusia, tanpa harus diperintah otak. kontraksi jaringan otot polos bertanggung jawab atas gerakan yang tidak disengaja (involunter) pada organ-organ dalam Setiap sel ototberbentuk spindel/gelendongan dengan nukleus tunggal dan tidak ada peregangan yang terlihat. 

Secara umum, otot polos visceral menghasilkan kontraksi yang lambat dan stabil yang memungkinkan zat-zat, seperti makanan di saluran pencernaan, bergerak melalui tubuh. Pada bagian permukaan otot polos memiliki serabut-serabut (fibril) yang bersifat sama sehingga apabila kita amati melalui mikroskop bentuknya akan terlihat polos dan tidak memiliki garis seperti otot lain apabila otot polos terkena rangsangan reaksinya akan menjadi lambat. Berikut ciri-ciri otot polos :

  • Bentuknya gelondong, kedua ujungnya meruncing dan dibagian tengahnya menggelembung.
  • Mempunyai satu inti sel.
  • Tidak memiliki garis-garis melintang (polos).
  • Bekerja diluar kesadaran, artinya tidak dibawah pe tah otak, oleh karena itu otot polos disebut sebagai otot tak sadar.

Gambar 1. Otot Polos pada organ dalam 

2. Otot Polos

Otot rangka melekat pada tulang dan kontraksinya  memungkinkan terjadinya pergerakan, ekspresi wajah, postur, dan gerakan sadar (volunter). Empat puluh persen dari massa tubuh Anda terdiri dari otot rangka. Otot rangka menghasilkan panas sebagai produk sampingan dari kontraksi sehingga memiliki peran dalam homeostasis termal. Menggigil adalah kontraksi otot rangka yang tidak disengaja sebagai respons terhadap suhu tubuh yang lebih rendah dari normal. 

Sel otot, atau miosit, berkembang dari myoblas yang berasal dari mesoderm. Jumlah miosit relatif konstan sepanjang hidup. Jaringan otot rangka disusun dalam bundel yang dikelilingi oleh jaringan ikat. Di bawah mikroskop cahaya, sel-sel otot tampak berlurik dengan banyak nukleus di sepanjang membran. Sel-sel otot rangka berinti banyak sebagai hasil dari penggabungan banyak myoblas yang bergabung membentuk setiap serat otot yang panjang.
     Berikut ciri otot lurik :
      • Bentuknya silindris, memanjang dan tidak bercabang.
      • Tampak adanya garis-garis melintang yang tersusun seperti daerah gelap dan terang secara berselang-seling (lurik).
      • Mempunyai banyak inti sel di tepi
      • Bekerja dibawah kesadaran, artinya menurut perintah otak, oleh karena itu otot lurik disebut sebagai otot sadar.
      • Penyebaran otot lurik ada pada kerangka tubuh, diafragma dan organ lain seperti lidah, bibir dan palpebra

    Gambar 2. Otot Rangka/Lurik Pada tumbuh

    Sumber: https://www.thinglink.com


      Gambar 3.  Sel Otot Rangka/Lurik 

      Sumber: https://www.getbodysmart.com

      Otot lurik dikenal sebagai 2 tipe otot berikut :
      a. Otot merah (Tipe I)
      Otot merah memiliki myofibril relatif sedikit, tetapi sarkoplasma dan mitokondria relatif banyak serta mioglobin dengan jumlah yang banyak bila dibandingkan dengan otot pucat. Miofibril membentuk lapang Cohnheim (Cohnheim’s field), mengelompok dengan batas yang jelas.
      b. Otot pucat (Tipe II)
      Otot pucat memiliki myofibril banyak dan sarkoplasma dan mitokondria relatif sedikit. Miofibril tidak membentuk lapang Cohnheim (Cohnheim’s field) seperti pada otot merah. Otot jenis ini memiliki kandungan mioglobin lebih sedikit dari pada otot merah. Posisi inti lebih superficial langsung di bawah sarkolema. Otot pucat bekerja cepat dan kuat, tetapi cepat lelah.

      3. Otot Jantung
              Otot jantung membentuk dinding kontraktil jantung. Sel-sel otot jantung, yang dikenal sebagai kardiomiosit, juga tampk lurik di bawah mikroskop. Tidak seperti serat otot rangka, kardiomiosit adalah sel tunggal dengan inti tunggal yang terletak di pusat. Karakteristik utama dari kardiomiosit yaitu berkontraksi pada ritme intrinsik mereka sendiri tanpa stimulasi eksternal. Kardiomiosit saling menempel dengan sambungan sel khusus yang disebut cakram selingan. Disk yang diselingi memiliki persimpangan jangkar dan gap. Sel-sel yang terpasang membentuk serat otot jantung yang panjang dan bercabang yang bertindak sebagai syncytium, memungkinkan sel-sel untuk menyinkronkan tindakan mereka. Otot jantung memompa darah ke seluruh tubuh dan dikendalikan secara paksa.


      Gambar 5. Jaringan Otot Jantung


      Gambar 6. Struktur Sel Otot Jantung
      ( Sumber: https://www.getbodysmart.com)
      Berikut ciri otot jantung :
      • Otot jantung ini ditemukan hanya pada jantung. Strukturnya sama seperti otot lurik, gelap terang secara berselang seling dan terdapat percabangan sel. 
      • Kerja otot jantung tidak bisa dikendalikan olehbekerja tanpa dikendalikan, tetapi bekerja sesuai dengan gerak jantung. Jadi otot jantung menurut bentuknya seperti otot lurik namun cara kerjanya sama seperti otot polos (secara tidak sadar), oleh karena itu disebut juga otot spesial.
      • Dibawah mikroskop tampak seperti otot  lurik tetapi bercabang dan intinya ditengah.
      • Sumber energinya dari metabolism aerobik dan membutuhkan energi lebih besar dari otot lainnya.

      Last modified: Monday, 27 April 2020, 9:13 PM