SISTEM INTEGUMEN

Integumen berasal dari kata “integumentum” yang artinya penutup. Sistem integumen mengarah pada struktur kulit dan aksesorisnya dan merupakan  sistem organ terbesar pada tubuh manusia. Aksesori yang dimaksud yaitu kuku, rambut, dan kelenjer. Pada tubuh manusia dewasa, berat kulit pada kurang lebih sama dengan 16 persen dari berat tubuh manuasia.  Anda mungkin beranggapan bahwa kulit bukan organ, tapi pada dasarnya kulit terbuat dari beberbagai jenis jaringan yang bekerja bersama membentuk suatu struktur yang melakukan fungsi tertentu. Kulit dan aksesorisnya merupakan sistem integumen, yang berperan dalam perlindungan menyeluruh bagi tubuh. Kulit terbuat dari beberapa lapisan sel dan jaringan, yang diikat oleh struktur yaitu jaringan ikat. Pada pokok pembahasan ini akan dibahas tentang struktur kulit, rambut, kuku dan kelenjar.

A.    STRUKTUR KULIT

Kulit terdiri dari atas tiga lapisan yaitu epidermis, dermis, dan jaringan subkutan (Kanitakis, 2002). Bagian terluar kulit yaitu lapisan epidermis yang  terdiri dari sekumpulan sel-sel khusus yang dikenal sebagai keratinosit. Sel ini berfungsi untuk mensintesis keratin, merupakan protein panjang seperti benang yang berperan untuk perlindungan. Lapisan tengah yaitu dermis yang terdiri dari protein struktural  fibril yang dikenal sebagai kolagen. Lapisan dermis ini melekat pada jaringan yang ada di bawahnya yang disebut lapisan subktan atau disebut hipodermis. Lapisan ini termasuk jaringan ikat longgar yang mengandung lobus kecil sel lemak yang disebut liposit.  Ketebalan lapisan-lapisan tersebut sangat bervariasi, tergantung pada lokasi lapisan pada tubuh. Misalnya pada kelopak mata, memiliki lapisan epidermis paling tipis, berukuran kurang dari 0,1 mm, sedangkan pada telapak tangan dan telapak kaki memiliki lapisan epidermis yang paling tebal dengan sekitar 1,5 mm. Dermis paling tebal yaitu di punggung, dengan ketebalan 30-40 kali lebih tebal dari epidermis di atasnya.

1.    Epidermis

Lapisan epidermis merupakan lapisan paling luar yang terdiri atas lapisan epitel gepeng. Epidermis umunya merupakan jaringan epitel skuamosa berlapis dan tersusun atas sel-sel keratinosit yang merupakan sel menghasilkan keratin (serat protein yang kuat). Keratin ini memberikan struktur, daya tahan serta kedap air pada kulit. Sel-sel ini terus-menerus akan mati dan digantikan dengan sel baru. Berbagai jenis sel terdapat pada epidermis yaitu: 1) sel melanosit. Sel melanosit berentuk seperti laba-laba yang mensistesis melanin yaitu pigmen yang memberikan warna pada kulit. 2) Sel Langerhans juga terdapat pada epidermis yang berperan dalam sistem imun. Sel Langerhans merupakan sel dendirtis yang berbentuk seperti bintang yang mirip dengan sel darah putih. Sel ini dibentuk tulang sumsung belakang. 3) sel markel merupakan sel yang terletak paling dalam, perbatasan antara epidermis dan dermis. Sel ini bergabung dengan ujung saraf untuk membentuk reseptor  sensorik sebagai indra peraba. Lapisan epidermis akan tumbuh terus menerus, hal ini karena lapisan sel induk yang berada di lapisan bawah terus-menerus melakukan pembelahan, sekadangkan lapisan terluar dari epidermis akan terkelupas dan gugur. Epidermis biasanya dibagi beberapa lapisan sesuai dengan morfologi keratositosit dan posisinya ketika berdiferensiasi menjadi sel-sel terangsang. Lapisan-lapisan tersebut yaitu stratum germinativum, stratum spinosum, stratum granulosum, stratum lusidium dan starum korneum

1.     Stratum germinativum

        Lapisan basal, juga dikenal sebagai stratum germinativum, mengandung sel keratinosit berbentuk silindris yang melekat pada membran dasar. Sel-sel basal ini membentuk satu lapisan dan melekat satu sama lain Ciri-ciri pembeda lain dari sel-sel basal adalah nukleus atau nuklei memanjangnya yang berwarna gelap dan adanya pigmen melanin yang ditransfer dari melanosit yang berdampingan. Lapisan basal adalah lokasi utama sel-sel aktif membelah pada  epidermis yang membentul sel-sel lapisan epidermis luar. Namun, tidak semua sel basal memiliki potensi untuk membelah (Jones, 1996; Lavker & Sun, 1982).

2.     Stratum Spinosum

     Stratum spinosim terdiri dari berbagai bentuk, struktur, dan sifat subseluler yang berbeda, tergantung pada lokasinya. Sel-sel spinosus pada bagian basal/bawah, berbentuk polihedral dan memiliki nukleus bulat, sedangkan sel-sel dari lapisan spinosus atas umumnya berukuran lebih besar, menjadi lebih rata karena didorong ke permukaan kulit, dan mengandung butiran pipih ( Chu, 2008).

3.     Stratum granulosum

Lapisan ini terdiri atas 2-3 lapis sel poligonal yang agak gepeng dengan inti di tengah dan sitoplasma berisi butiran (granula) keratohialin atau gabungan keratin dengan hialin. Lapisan ini menghalangi masuknya benda asing, kuman, dan bahan kimia masuk ke dalam tubuh.

4.     Stratum lusidium

Lapisan ini terdiri atas beberapa lapis sel yang sangat gepeng dan bening. Membran yang membatasi sel-sel tersebut sulit terlihat sehingga lapisannya secara keseluruhan seperti kesatuan yang bening. Lapisan ini ditemukan pada daerah tubuh yang berkulit tebal seperti telapak kaki dan telapak tangan.

5.     Straum korneum

lapisan ini terdiri atas banyak lapisan sel tanduk, gepeng, kering, dan tidak berinti. Sitoplasmanya diisi dengan serat keratin, makin ke luar letak sel makin gepeng seperti sisik lalu terkelupas dari tubuh. Sel yang terkelupas akan digantikan oleh sel lain. Zat tanduk merupakan keratin lunak yang susunan kimianya berada dalam sel-sel keratin keras. Lapisan tanduk hampir tidak mengandung air karena adanya penguapan air, elastisnya kecil, dan sangat efektif untuk pencegahan penguapan air dari lapisan yang lebih dalam. 

2. Dermis 

       Batasan dermis sulit ditentukan karena menyatu dengan lapisan hipodermis, ketebalannya sekitar 0,5-3 mm, lebih tebal dari lapisan dermis yang dibentuk dari komponen jaringan ikat. Dermis mengandung serat kolagen dan serat elastin sehingga bersifat ulet dan elastik, penuh dengan kapiler dan pembuluh darah darah, serat saraf sehingga dapat merasakan sensi seperti suhu, tekanan, dan nyeri. Selain itu pada dermis juga terdapat folikel rambut, kelanjar minyak, kelenjar lendir, dam kelenjar keringat yang tertanam dalam dermis. Dermis tersusun atas jaringan ikat areolar yang disebut dengan papilla dermal. Dalam dermis, terdapat  dua lapisan yakni sebagai berikut:

    • Lapisan papilia. Lapisan ini mengandung lekuk-lekuk papilia sehingga stratum malpigi juga ikut melekuk. Lapisan ini mengandung lapisan pengikat longgar yang membentuk lapisan bunga karang yang diebut lapisan startum spongeosum. Lapisan papila terdiri atas serat kolagen halus, elastin dan retikulin yang tersusun membentuk jaring halus yang terdapat dibawah epidermis. Lapisan ini memegang peranan penting dalam peremajaan dan penggandaan unsur-unsur kulit. Serat retulin dermis membentuk alas dari serabut yang masuk ke dalam membran basal di bawah epidermis.
    • Lapisan Retikuler. Lapisan retikuler terbuat dari jaringan ikat padat tak beraturan serat kolagen. Sebagian besar lapisan ini tersusun bergelombang, mangandung sedikit serat retikulin, dan banyak serat elastin.

 3. Hipodermis/ lapisan subkutan

        Hipodermis adalah lapisan bawah kulit (fasia superfisialis)yang tersusun atas sel-sel lemak. Sel-sel lemak membentuk jaringan lemak pada lapisan adiposa yang terdapat pada susunan lapisan subkutan untuk menentukan mobilitas kulit diatasnya. Bila terdapat lobulus lemak yang merata, hipodermis membentuk bantal lemak yang disebut pannikulus adiposus. Pada daerah perut, lapisan ini dapat mencapai ketebalan tiga cm, sedangkan pada kelopak mata, penis dan skrotum lapisan subkutan tidak mengandung lemak. Fungsi lapisan ini menyimpan energi, menghindari benturan,

B.  STRUKTUR KUKU

Kuku atau Unguis Menurut kamus kedokteran Dorland adalah “Lempengan kulit bertanduk pada permukaan dorsal ujung distal falang terminal jari tangan atau jari kaki, yang tersusun dari kerak-kerak epitel yang memipih dan berkembang dari stratum lucidum kulit”. Pengertian kuku pada umumnya adalah bagian tubuh manusia yang bersifat keras, tumbuh di ujung jari dan berfungsi sebagai pelindung.

Lempen kuku merupakan bagian keras kuku yang kasat mata, lunula merupakan bagian kuku berwarna putih berbentuk seperti bulan separuh di dasar kuku dan di bagian lempeng kuku, lipatan kuku yaitu kulit yang membungkus lempeng kuku pada ketiga sisinya, bantalan kuku yaiu kulit dibawah lempeng kuku (sel-sel di dasar bantalan kuku adalah penghasil lempeng kuku tangan atau kuku kaki), dan kutikula merupakan jaringan yang menindih lempeng kuku di dasar kuku, kutikula melindungi sel keratin baru yang secara perlahan muncul dari bantal kuku.

Pada manusia kuku mempunyai 2 fungsi utama, fungsi pertama adalah sebagai pelindung dari ujung jari karena di penuhi dengan saraf-saraf. Fungsi kedua, yaitu memberi sensitifitas dan mempertajam daya sentuh. Pada ujung jari terdapat banyak reseptor yang berfungsi untuk menghantarkan rangsang sentuh saat menyentuh suatu objek sehingga dapat dirasakan saat bersentuhan dengan objek yang di sentuh. Berdasarkan fungsi tersebut, kuku memiliki fungsi yang sangat besar. Maka dari itu, kesehatan dapat di mulai dari kuku.

3.   STRUKTUR RAMBUT

Rambut terdiri atas akar rambut dan batang rambut. Ada dua jenis tipe rambut yaitu rambut halus, tidak berpigmen yang terdapat pada bayi disebut lanugo, dan rambut kasar, berpigmen, mempunyai medulla, dan terdapat pada orang dewasa. Komposisi rambut terdiri atas karbon 50,60 %, hydrogen 6,36 %, nitrogen 17,14 %, sulfur 5,0%, dan oksigen 20,80%. Rambut yang normal dan sehat mengkilat, elastis, tidak mudah patah, dan dapat menyerap air. Untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut.

 Sumber:

Keith L. Moore, dkk, Clinically Oriented Anatomy Seventh Edition, (Philadelphia: Wolters Kluwer, 2014), 40

James, W.D., Berger, T.G., & Elston, D.M. (2006). Andrews’ dis- eases of the skin: Clinical dermatology (10th ed.). Philadelphia: Elsevier Saunders.


Last modified: Tuesday, 19 January 2021, 7:54 AM